Archive for June, 2008

what’s left in my memory and new in my mind

Wednesday, June 11th, 2008

Hai kamu yang diujung sanaa!! (teriak ala rhoma).. apaa kabarrr??

aduh, ga ada kerjaan atau sebenernya males bekerja. sebenernya gw merasa terdorong untuk menulis sesuatu yang menyenangkan menyadari temen-temen gw banyak yang bilang "ih, blog lo ga asik lagi sa, banyakan seriusnya, ga lucu lagi"…duileeee, dikata gw nulis buat nyenengin hati orang-orang kali yeee..

honestly, gw rada bingung sama hidup gw yang penuh kejutan gila sepanjang tiga bulan terakhir. tapi kejutan yang paling lunar binasa ialah *mudah-mudahan* i think i have found my sigaraning jiwo*. woohoooo!!!

aniwei, tadi pagi, tiba-tiba secarik kalimat ym membuat gw tertegun, agak jengah harus bersikap bagaimana menanggapi si pengirim pesan. i ended up bersikap rada cool *dalam artian yang kau tahu yang kumaksud* hihihi…

kadang absurd juga kelakuan orang ini. anggaplah si pengirim pesan ini bernama pedi.

pedi: "pagi"

membalas 3 menit kemudian, dan ini berlangsung seperti itu sampai kesudahan obrolan rada garing di pagi hari.

saya: "pagi"

pedi: "pa kabar?"

saya: "baik and you?"

pedi: "…. aku baik, kamu?"

dong dong dong…bukannya gw dah jawab ya boook?? dooh!

saya:  *terdiam mode, tak membalas*

pedi: "…aku mimpi inget k ***"

saya: "oh, bagus juga bunga tidur itu. berarti tidurnya nyenyak. ok deh."

pedi: " bunga?"

        "hmm dapet bunga ya?"

        "selamat ya"

hee?! maksudnyee apa sihhh, ngerti bahasa indonesia atau emang ngenye gw emang baru dapet bunga.hih, mulai absurd.

saya: "thank you"

pedi: "ok"

Yah, obrolan yang suangat tidak penting di pagi hari. Bingung gw, kenapa yak’. Well, we had something in the past, lah gw ga urusan ma apa-apa beliau yang dituakan ini kok ya kesannya ngenye gitu ke gw. Cieeh, sok sensitib.

Uniknya temen gw mengingatkan gw untuk bersikap sesuai omongan dia,  hey you should thank him. he gave some impact towards you  in a way. you are what you are now (stronger), it’s also because of what happened in the past rite?!

Pikir gw, betul juga yak.

So what’s new in my mind?  Tagihan kartu kredit yang menyebalkan.huahahaha…yah gimana engga yah bow, beli alat2 diving aja gitu kemariin, belum lagi pasang retiner gigi setelah lepas kawat yang dengan sukses meludeskan penghasilan ku yang belum seberapa. Belum cukup dengan itu, membeli baju terusan malam mengingat banyaknya ajang pernikahan di mana-mana dan gw dah mati gaya.hhihihi

But what is really new for me is a relation I have now that makes me laugh every single time. Dredeg aku sama mas ku, caelaaaahhh!!… We’re basket ball player,we’re diver, we’re lover, we’re partner in crime, we’re joker, we’re black, we’re cooler than ever! and yes he’s given me flowers..lovely. you’re so lovely dear! Never ever accross in my mind that I would fell in love with this guy when i first saw him. Well, I mean, he’s jawa, what on earth, a very batak gurl like me fall in with jawa? kekekeke… :-) But here we are now, sweetheart!

kisses!

O God, thank you so much

Wednesday, June 4th, 2008

Here i am, on the second last day in my office, wondering what my life looks like for the the past 12 months.

Sedih? Pasti. Namun semangat yang dulu selalu saya miliki telah kembali terikat dalam ruh kehidupan ini.

It’s been a while i havent write any of my thoughts on this blog nor my other blog. Well,my life for the past 12 months has sharpened me into stronger man and it’s because of Him.

Menyadari bahwa saya pernah ingin melepaskan nafas dari jiwa ini cukup ironis. Saya pikir saya adalah orang yang tangguh seperti anggapan kebanyakan teman-teman saya. Ternyata saya tak lebih dari seorang manusia yang terkadang larut dalam masalah hingga menutup lubang untuk secercah sinar kehidupan.

Tidak mudah manakala menapaki bulan-bulan kekelaman. Semua penat yang ada di bahu memaksa saya untuk berjalan tertunduk dan duduk terkulai senantiasa sepanjang hari. Pandangan menerawang jauh meminta Ia untuk memanggil saya pulang kerap saya lakukan bahkan ketika saya berada dalam keramaian sekalipun.

Cukup waktu untuk memberanikan diri padaNya untuk memberikan tanda jalan mana yang saya harus pilih. Dari langkah itu saya benar-benar bisa mendapatkan jawabanNya walau rupaya saya tidak seberuntung seorang penulis "Heaven is Real" dari China yang saya lupa namanya dan dia mampu berkomunikasi langsung denganNya, literally.

Ternyata kita harus sadar jawaban Dia bukanlah dan tidak pernah harus sesuai dengan kemauan kita. Dia tahu apa yang kita perlukan. Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Dia biarkan cobaan menghujam habis jiwa dan segala asa yang kita punya karena Dia punya rencana indah di depan. Jawaban "tidak" mutlak hak yang dimilikiNya.

Kesabaran saya diuji luar biasa. Tidak saya pungkiri, semua kekalutan mempengaruhi pola kerja saya, hubungan saya dengan teman dan keluarga dan yang lebih menyakitkan ialah merasakan bahwa ada mahluk lain yang siap mengambil nyawa saya di suatu malam.

Saya bersyukur saya pernah melewati masa hitam dalam hidup saya. Dan hari ini saya berdiri diatas kaki saya sendiri, melangkah untuk melanjutkan cita-cita saya, merubah alur cerita hidup saya hingga kala waktunya saya akan menghebuskan nafas saya yang terakhir, saya dapat dengan bangga berkata "I’m glad You gave me a second chance to give You back, O Lord".

Uniknya, saya semakin menyadari material dalam hidup ini benar-benar hanya untuk kesenangan semata. "Pikirkan yang diatas bukan yang di bumi" tertulis dalam suatu kitab. Dan itu benar adanya.

Apakah saya masih sering jatuh bahkan sesudah saya memproklamirkan kemenangan saya atas peperangan batin saya? Jawabannya ya. Namun sungguh saya menyikapi diri saya dengan pandangan yang jauh lebih baik. Saya bukan orang yang sempurna namun saya akan terus memacu diri saya lebih keras hingga pada kesudahannya.

Menghirup udara dan melangkah dengan guratan senyum di wajah saya adalah penanda bahwa saya menang atas semua pergulatan ini. Tidak ada akar pahit. Tidak ada kekhawatiran. I’m strong because of Him. He was,He is and He will always be there for me.

Kawan, jangan bergantung kepada dirimu ataupun pada orang lain. Bersandarlah padaNya yang empunya hidupmu.

Tabik,

Sari