question
pagi,siang,sore,malam,dini hari..
24 hours a day..
well, rite, i think everyone’s aware about it..
i believe i’m not the only person who is aware that we have to face ‘un-seen battle’ every single day.
kondisi jatuh bangun yang gw hadapi pasti kurang lebih sama dirasakan orang lain. terus mau gw apa? so what? semua orang punya masalahnya sendiri-sendiri.orang juga bosan mendengar keluh-kesah yang ga ada habis-habisnya? pada saatnya orang akan memilih diam dalam kepusingannya daripada bercerita ke temannya (secara ada saatnya sang teman ‘penuh’ dengan curhatan kita.seakan ga pernah puas dengan gali lubang tutup lubang, gw lari dan melampiaskan kebingungan dengan segala urusan tetek bengek.
setiap hari manusia ditawarkan segala kenikmatan dunia. lalu kalau gw mencicipi semua itu, tidak salah kan? keegoisan membawa diri ini mengambil semua sari yang ditawarkan dunia. nikmat memang, lalu apa? tetap saja ada kekosongan yang membuat gw ga mampu untuk menahan diri ini bertanya-tanya?
menghabiskan 24 jam dengan membagi 8 jam ‘bekerja’ (atau mungkin tidak bekerja-browsing internet, chatting pada saat bekerja,baca kolom gosip, lihat you tube yang konyol2x,baca koran atau bahkan baca komik-you name it), 2 jam perjalanan rumah-kantor-rumah, 2 jam untuk urusan makan dan mandi, 3 jam untuk bersosialisasi (ngegosip atau syukur-syukur untuk sekadar memasukkan informasi terbaru dari teman ke otak kita ini-kali aja dapet projectan-), 2 jam untuk membakar lemak-lemak di tubuh (yah sambil lihat-lihat pemandangan di tempat fitness -ceunah), lalu sisa jam-jam berikutnya diisi dengan melihat acara tv atau dvd dan tidur (syukur-syukur kebangun pada waktunya dan bukan sebelum waktunya).
terus apa itu semua memberi arti buat jiwa? (duile,pertanyaan apa lagi?!) tapi itu pertanyaan yang gw geluti. orang bisa punya semua hal di dunia ini. orang bisa menginjakkan kaki entah di kota apa di seluruh penjuru tempat wisata. orang bisa meminum berbotol-botol wine atau apapun itu atas nama pleasure. orang bisa mendatangi seluruh tempat hang out teryahud di sudut selatan jakarta. orang bisa menghabiskan uang untuk ngurusin muka atau badan (seperti papan reklame di senopati, ‘beauty is everything’). orang bisa memilih hidup untuk hari ini, besok, emang gw pikirin (bener sih, masalah hari ini cukuplah untuk hari ini, esok hari punya masalahnya sendiri).orang bisa memilih memiliki pasangan lebih dari satu (salut gw untuk yang satu ini).
pertanyaannya kemudian, apa itu semua buat jiwa tenang? You tell me.
berperang dengan diri sendiri untuk mencari ketenangan jiwa,itu yang gw rasakan. adalah benar,manusia itu bukan mesin. walau perjalanan hidup gw masih seumur jagung, tapi gw sadari gw butuh ‘oli’ dan gw yakin makanan jiwa cuman satu. melepaskan ‘diri’ supaya menjadi bisa menyerap ‘oli’ (alamakkk, gini hari sa?!) bukan gampang. lah emang udah karatan,apa ga perlu di’oli’in?!
hmm, gw jadi bingung, tujuan hidup gw sebenarnya apa ya? what is the reason for being?
terus, emangnya salah kalau orang mencicipi segala kenikmatan dunia atau supaya cantik dan bergaya? gw rasa semua orang punya pilihannya masing-masing.