suara lo bukan suara lo yang dulu

Ungkapan yang sering gw denger sekarang untuk orang itu.

Semua orang juga pernah berada dalam masa-masa suram dalam hidup. Tapi kalau sampai seseorang merasakan tulang sampai linu berbulan-bulan baru depresi berat namanya.

Gw kenal dengan seseorang yang sedang menjalani masa gelap. Saking meratapi masa gelapnya, dia benar-benar suka sama tempat yang gelap-gelap. Semisal kamar tidur jarang banget lampunya dinyalain. Rumah yang notabene sedang ditinggali penghuninya dibiarkan gelap. "Yang penting AC menyala di kamar gw" katanya.

Gw sendiri sudah berusaha kasih semangat buat dia. Tapi apa daya. Dia terlalu kepahitan sampai jengah juga melihatnya. Tatapan matanya bukan seperti orang yang gw kenal sekurangnya setahun yang lalu. Dikala dia bekerja ataupun bersama teman-temannya yang juga teman gw, pandangannya selalu jauh entah kemana. Kadang, helaan nafas berulang kali terdengar. Rasanya hidup berat banget.

Kalau lihat fisiknya lebih parah lagi. Kepahitan buat dia ga peduli dengan dirinya. Sampai kapan, gw ga tau. Dua hari yang lalu temannya menelpon dari negara nun jauh disana. Yang ada malah temannya itu dua kali bertanya apa dia berbicara dengan orang yang dimaksud.

—– berhenti sampai disitu,ri.

Leave a Reply