Virginia Tech,such unnecessary loss!

Mengerikan! itu reaksi pertama pas gw tau kejadian ini pas pulang kantor dan denger berita ini hari selasa malam yang lalu lewat siaran CNN.

33 nyawa hilang gitu aja! ampun deh, hal kaya gini ini paling gampang diikutin orang kita. Haduh, gw ampe lemes ngeliat foto-foto, rekaman aksi polisi-polisi itu dan wawancara orang tua korban.

Tapi coba kalau kita pikir kenapa juga kejadian kaya gini bisa terjadi?!

Baru hari ini video rekaman dari si pelaku dikirim ke NBC dan ini petikan kata-kata dari si pelaku. Gw ngutip dari portal news di yahoo.com

"You had a hundred billion chances and ways to have avoided today," he said. "But you decided to spill my blood. You forced me into a corner and gave me only one option. The decision was yours. Now you have blood on your hands that will never wash off."

Udah jelas,dia buat itu semua karena rasa marah yang numpuk. Marah dengan lingkungan sekitar memicu tindakan yang ga sepantasnya dia buat.

"Your Mercedes wasn’t enough, you brats," he said. "Your golden necklaces weren’t enough you snobs. Your trust funds wasn’t enough. Your vodka and cognac wasn’t enough. All your debaucheries weren’t enough. Those weren’t enough to fulfill your hedonistic needs. You had everything."

Dari pernyataan dia yang terakhir, asumsi gw cuman bisa mengira kalau pelaku bener-bener merasa diperlakuan ga adil.

TREAT OTHERS WITH RESPECT!!

Gw jadi inget kembali dengan semua kehebohan gencet-gencetan atau perlakuan ga pantas yang dibuat orang-orang untuk orang lain di jaman SMP-SMU-Kuliah. Orang mati sia-sia untuk hal bodoh!! Orang jiwanya terganggu karena diperlakukan sewenang-wenang sama orang lain, KETERLALUAN! Kejadian di STPDN/IPDN salah satu contoh.

Gw sendiri pernah ngalamin hal kaya gini dulu waktu SMP. Gw inget banget ada kakak kelas yang entah kenapa ini orang bisa nelpon ke rumah dan ngomong " kalo loe ngadu ke orang tua loe, gw akan b***h loe". Inget itu semua bikin gw geleng kepala. Kok bisa cewe berumur 13 tahun ngomong hal macam itu ke adik kelasnya yang baru lulus SD?!?!?!?! Gw cantik juga engga, tajir juga engga?!? Kenapa lagi ni orang pikir gw dulu. Selidik punya selidik emang ni orang ga suka ngeliat gw punya banyak temen cowo. Yaelahhhhhh, ga penting banget sih alasannya. Anehnya lagi selang dua tahun kemudian ni orang betingkah pas di SMU XX. Tanpa sepengetahuan gw, ni orang nyela kakak gw yang lebih senior dari dia dengan menghina orang tua gw. Dasar ni orang aga ‘dangkal’, ga liat kali ya proporsi kk gw yang atlit taekwondo berat-beratan, terbang aja deh tu orang dibuat kk gw. Sampe detik ini gw ga ngerti penyebab ni orang memicu kk gw - yang gw hakul yakin prinsipnya sama kaya gw walau lebih galak yakni sepanjang tu orang masih dalam batas kewajaran-ga akan deh kita usil cari masalah.

Ada lagi kejadian waktu SMU. Udah jelas2 gw sekolah yang pake rok kotak2 yang notabene sah-sah aja pake kaos kaki panjang. Ada gitu geng senior yang memang dikenal ‘kurang kerjaan’ mau ngegencet untuk urusan pake kaos kaki doang?!?! Kasihan gw ngeliat orang-orang itu sekarang. Apa ga ada hal penting lain yang bisa dipikirin mereka ya? Usil bener?!?

Please guys, share your kindness with others no matter who they are.. if we only care for the one we love/like/adore, we’re nothing less than a false person.

Bisa jadi pola didikan di keluarga yang mendorong kejadian macam gini terjadi. Si anak stress di dalam rumah, dia tumpahkan ke lingkungan luar dimana dia bisa seenaknya melakukan apa yang dia mau. Stop domestic violance including using nasty words towards your family member!

Apa sih untungnya menghina orang? Apa sih untungnya menggencet adik kelas? Apa sih ruginya berteman dengan baik sekalipun orang itu punya karakter yang ga kita sukai? Apa sih ruginya bersikap ramah walaupun tidak perlu berlebihan ke semua orang? Ya kalo emang ga tahan ama sikap yang mungkin rada ajaib ya udah ga usah terlalu akrab tapi juga jangan dihina.

Kalau gw menilik ke belakang, mudah-mudahan ga pernah deh gw secara sengaja memperlakukan orang dengan cara ga wajar macam ngegencet orang ataupun nyiksa anak orang dengan hinaan/coretan di dinding sekolah/main fisik. Tapi ya kalo buat salah ke orang, itu mah udah pasti pernah gw lakukan.

Haduh, suka heran gw ngeliat gaya orang yang merasa paling segalanya. Apa tu orang-orang ga sadar ya kalau suatu saat bisa jadi anaknya yang diperlakukan seperti yang dia lakukan dulu-baru deh berasa.

Masalah yang ada sama diri sendiri aja udah ribet, kenapa juga kita nambah2in kerjaan dengan ga bersikap baik sama orang lain. Mau memaafkan juga penting. Jangan ditampar pipi kiri balas tampar pipi kanan. Bener, ga gampang untuk terima perlakuan ga adil dari orang apalagi kalau difitnah. Gw juga suka sakit hati kadang. Tapi ya sudahlah doakan saja orang-orang yang seperti itu.

It is to the credit of human nature, that, except where its selfishness is brought into play, it loves more readily than it hates. Hatred, by a gradual and quiet process, will even be transformed to love, unless the change be impeded by a continually new irritation of the original feeling of hostility.

from The Scarlet Letter

The sharing of joy, whether physical, emotional, psychic, or intellectual, forms a bridge between the sharers which can be the basis for understanding much of what is not shared between them, and lessens the threat of their difference.

from Audre Lodre

Leave a Reply