respon untuk mu
Friday, February 9th, 2007salam,
hmm, menilik pendapat yang beredar, yuk kita kaji dari segi ilmiah dan sedikit religi.hehehe
1. Benar, isu global warming tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak meneruskan keturunan.Temen gw pun sudah ada yang berpaham ‘aneh’ ini dimana salah besar.
Alasan : kita itu dibilang "beranak cuculah engkau di dunia…". Intinya doelah, penakut amat sih jadi orang.
2. Benar, kalau bumi itu punya daya untuk mengobati luka2nya. Tetapi dayanya ga besar loh dan itu tidak bisa dijadikan alasan untuk ga peduli. Menurut gw ping, tidak benar kalau badai katrina itu tidak merusak alam. Bisa jadi benar yang loe bilang kalau semuanya terbawa air ke laut. Tapi
kan justru biota laut yang jadi mati. Kita ga bisa liat karena ya ada di dalam laut, unless you dive there (i would love to dive there though,kikikikik)
3. Rasanya dikau perlu menilik lagi pemahaman mengenai CO dan CO2 ping. Benar, menurut satelit,CO2 itu banyak sekali ditemukan di atas hutan kalimantan. Tetapi CO2 itu bukan polutan neng geulis. hehehe..
CO itu karbon monoksida. CO2 itu karbon dioksida. Manusia dan tumbuhan menghasilkan CO2 manakala kita bernafas. Jadi yang jahat itu ya CO bukan CO2 ping.
Nah, mangkanya kebangetan amat itu orang-orang pemilik usaha illegal logging. Mateee ajeee dehhh kita atu-atu, lah wong paru-paru dunia dah makin gundul. Tapi tenang, masih ada jalan menuju ‘hijau’ (maksud gw, penghijauan).
Berikut penjelasan pemanasan global yang agak ilmiah tapi simpel:
Lapisan ozon alias O3 (o-nya ada 3)itu
kan selimut bumi. Dulu selimut itu masih utuh dan berfungsi untuk memfilter sinar ultra violet dari matahari. Namun seiring banyaknya polusi yang dihasilkan manusia (kembali lihat dokumen riset UN Environmental January 2007- coba deh cari di google)yakni dengan asap pabrik, AC yang mengeluarkan CFC (Carbon Feroxida), asap mobil (timbal and the geng), hair spray dll membuat lapisan ozon itu bolong-bolong.
Kenafa?
Karena carbon monoxida yang dihasilkan itu mengambil O (o-nya satu) dari ozon (nyang o-nya tiga). Nahhh, jadilah dia folong-folong. begitchuu.. ozon kita bolong, ultra violet menyerang-> kanker kulit bertebaran->hingga dompet pun mengerang (mahal booo ke rumah sakit
)
Lanjut, asap-asap yang dihasilkan itu membentuk selimut baru. Yang mengerikan dari ini semua ialah yang seharusnya sinar matahari itu bisa dipantulkan kembali ke matahari, ga bisa boo, karena ke blok dengan si selimut asap ini. Akhirnya sinar yang harusnya dipantulkan kembali, eh malah nyerang lagi ke bumi. Begitu seterusnya hingga kutub utara udah melting dan danau-danau pun mengering. Perubahan iklim adalah bukti signifikan.
Itu dah paling simpel deh penjelasan tentang global warming. Kalau lebih ilmiah lagi, tambahannya cuman ada gelombang pendek dan gelombang panjang dari sinar2 yang bertempur di udara itu dan sudah barang pasti ada reaksi kimia berikut fisika di dalamnya. Tapi ude deh, cari ndiri aje yee boo!
4. Kalau loe bilang (kembali gw ga mau bawa-bawa Tuhan sebenernya) there’s nothing that we can do and just ’surrender’, waaahhh gw jadi bingung, sekarang yang mana yang Tuhan,mana yang manusia?!? (No offense). Manusia kudu berusaha, God do the rest. Mmm, paham itu sih yang sejauh ini gw ikuti dan layaknya kita ikuti juga.
Terus, bener juga, sebenarnya permasalahannya yah di mental orang
Indonesia (according to your opinion, yun). Tapi kita ga bisa yun nyerah dengan kondisi. Gw bukan orang kuat, tapi gw sebisa mungkin akan terus mendorong supaya orang2 yang gw kenal peduli akan lingkungannya.
Banyak yang bisa dilakukan, tapi lakukan dengan proporsi yang semampu kita. Kalau kita mampunya ga nyampah, ya syukur. Kalau kita mampunya bawa tas supaya ga usah pake plastik dari toko, ya syukur. Kalau kita mampunya ga usah pasang ac sering2, ya syukur. Kalau kita mampunya beli mobil 4WD (doeng@$!@$!), ya dirawaat mesinnya supaya pembakarannya bagus. Kalau kaya gw - yang ga punya duit bikin kampanye, ya bisanya sharing doang deh dengan terus praktekin sendiri.
Kembali, kalau omongin masalah isu apapun sepanjang kita menginjak tanah di antara sabang ampe meroke (kecuali timor2), yaaahh bisa patah aral. Tapi terus diskusi dan mulai perubahan kecil. Inget, batu sekeras apapun kalau ditetesin air terus menerus hancur juga guys. Tidak mudah tapi jangan menyerah.
Adalah tugas kita menjaga bumi yang sudah diberikan untuk kita.Sudah banyak orang yang mulai mencoba mendobrak stigma dunia ini ga bisa dirubah. KYOTO PROTOCOL is one of a kind.
Salam paling hangatttt,
Sari Tobing
